Artikel

Sejarah Desa Terunyan

07 Agustus 2018 12:38:09  I Made Artawan  10.343 Kali Dibaca 
                 Alkisah pada suatu hari beberapa abda yang lalu di puri dalem solo, di pulau Jawa tercium bau yang harum sekali.Bau harum yang luar biasa tersebut menarik perhatian empat orang anak dalem Solo untuk mengembara mencari sumbernya.
 
                Dalam pengembaraan itu akhirnya mereka tiba di pulau Bali. Setibanya di kaki selatan gunung Batur, anak dalem Solo yang wanita berkeputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan.Ketiga saudara laki-lakinya melanjutkan pengembaraan mereka menyusuri tepi danau Batur.
 
                Waktu mendengar suara burung karena kegirangan, saudara termuda mereka berteriak .Perbuatan tersebut membuat kakak tertuanya marah,kakaknya menendangnya sampai jatuh bersila.
 
                Sesudah meninggalkan adiknya, kedua saudara tersebut melanjutkan perjalanan.Oleh karena sangat senang bertemu dengan manusia, anak kedua dari saudara itu menyapa orang tersebut.Kelakuan adiknya tersebut membuat si kaka tidak senang, akhirnya ditinggalkan adiknya di tempat tersebut.
 
                Setelah meninggalkan adik-adiknya di desa-desa itu, putra dalem Solo yang sulung melanjutkan perjalanannya ke arah utara.Akhirnya ia tiba disebuah dataran tempat ditemukannya seorang Dewi yang teramat menggiurkan hati mudanya.Dewi ini pada waktu ditemukan berada di bawah pohon taru menyan, sumber bau harum tersebut.yang dicari selama ini.Perasaan birahi jejakanya segera bangkit dan diluar kekuasaannya lagi sang Dewi segera disenggamai.Setelah tersalurkan birahinya,si pemuda petualangan itu pergi menghadap kaka sang Dewi untuk meminang adiknya.Kakaknya menyetujui, akhirnya mereka pun menikah.
 
                Setelah usainya upacara perkawinan mereka,tempat yang mereka diami berangsur-angsur berkembang menjadi kerajaan.Kemudian karena kawatir kerajaan mereka itu akan diserang oleh orang luar, yang terpesona bau semerbak yang keluar dari pohon taru menyan tersebut, maka sang permaisuri memerintahkan untuk menghilangkan bau semerbak itu. Caranya Ia memerintahkan agar jenazah-jenazah orang Trunyan untuk selanjutnya tidak lagi dikebumikan,melainkan dibiarkan membusuk di bawah udara terbuka.Itulah sebabnya, maka sejak itu, desa Trunyan tidak lagi mengeluarkan bau semerbak yang mempesonakan,namun sebaliknya jenazah-jenazah penduduk yang dibiarkan membusuk di udara terbuka di daerah pemakaman sema Wayah tidak mengeluarkan bau busuk.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Laporan Realisasi APbedes Tahun Anggaran 2020

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Statistik Penduduk

Peta Desa

Info Media Sosial

Agenda

Belum ada agenda

Arsip Artikel

07 Agustus 2018 | 10.343 Kali
Sejarah Desa Terunyan
07 Agustus 2018 | 10.314 Kali
Profil Wilayah Desa
06 Agustus 2018 | 10.286 Kali
Pemerintah Desa
06 Agustus 2018 | 10.280 Kali
Visi dan Misi
06 Agustus 2018 | 10.268 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
03 Oktober 2019 | 298 Kali
Pemilihan Perbekel serentak di Desa Terunyan tahun 2019
22 Februari 2021 | 277 Kali
Rapat perubahan Apbdes tahun anggaran 2021

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:140
    Kemarin:142
    Total Pengunjung:66.127
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.229.142.91
    Browser:Tidak ditemukan