Artikel

Sejarah Desa Terunyan

07 Agustus 2018 12:38:09  I Made Artawan  10.503 Kali Dibaca 
                 Alkisah pada suatu hari beberapa abda yang lalu di puri dalem solo, di pulau Jawa tercium bau yang harum sekali.Bau harum yang luar biasa tersebut menarik perhatian empat orang anak dalem Solo untuk mengembara mencari sumbernya.
 
                Dalam pengembaraan itu akhirnya mereka tiba di pulau Bali. Setibanya di kaki selatan gunung Batur, anak dalem Solo yang wanita berkeputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan.Ketiga saudara laki-lakinya melanjutkan pengembaraan mereka menyusuri tepi danau Batur.
 
                Waktu mendengar suara burung karena kegirangan, saudara termuda mereka berteriak .Perbuatan tersebut membuat kakak tertuanya marah,kakaknya menendangnya sampai jatuh bersila.
 
                Sesudah meninggalkan adiknya, kedua saudara tersebut melanjutkan perjalanan.Oleh karena sangat senang bertemu dengan manusia, anak kedua dari saudara itu menyapa orang tersebut.Kelakuan adiknya tersebut membuat si kaka tidak senang, akhirnya ditinggalkan adiknya di tempat tersebut.
 
                Setelah meninggalkan adik-adiknya di desa-desa itu, putra dalem Solo yang sulung melanjutkan perjalanannya ke arah utara.Akhirnya ia tiba disebuah dataran tempat ditemukannya seorang Dewi yang teramat menggiurkan hati mudanya.Dewi ini pada waktu ditemukan berada di bawah pohon taru menyan, sumber bau harum tersebut.yang dicari selama ini.Perasaan birahi jejakanya segera bangkit dan diluar kekuasaannya lagi sang Dewi segera disenggamai.Setelah tersalurkan birahinya,si pemuda petualangan itu pergi menghadap kaka sang Dewi untuk meminang adiknya.Kakaknya menyetujui, akhirnya mereka pun menikah.
 
                Setelah usainya upacara perkawinan mereka,tempat yang mereka diami berangsur-angsur berkembang menjadi kerajaan.Kemudian karena kawatir kerajaan mereka itu akan diserang oleh orang luar, yang terpesona bau semerbak yang keluar dari pohon taru menyan tersebut, maka sang permaisuri memerintahkan untuk menghilangkan bau semerbak itu. Caranya Ia memerintahkan agar jenazah-jenazah orang Trunyan untuk selanjutnya tidak lagi dikebumikan,melainkan dibiarkan membusuk di bawah udara terbuka.Itulah sebabnya, maka sejak itu, desa Trunyan tidak lagi mengeluarkan bau semerbak yang mempesonakan,namun sebaliknya jenazah-jenazah penduduk yang dibiarkan membusuk di udara terbuka di daerah pemakaman sema Wayah tidak mengeluarkan bau busuk.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Laporan Realisasi APbedes Tahun Anggaran 2020

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Statistik Penduduk

Peta Desa

Info Media Sosial

Agenda

Belum ada agenda

Arsip Artikel

07 Agustus 2018 | 10.503 Kali
Sejarah Desa Terunyan
07 Agustus 2018 | 10.424 Kali
Profil Wilayah Desa
06 Agustus 2018 | 10.393 Kali
Pemerintah Desa
06 Agustus 2018 | 10.370 Kali
Visi dan Misi
06 Agustus 2018 | 10.359 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
22 Februari 2021 | 467 Kali
Rapat perubahan Apbdes tahun anggaran 2021
03 Oktober 2019 | 450 Kali
Pemilihan Perbekel serentak di Desa Terunyan tahun 2019
23 Juni 2018 | 290 Kali
Desa Membangun Indonesia
23 Juni 2018 | 248 Kali
Regulasi Baru Desa Baru
22 Juni 2018 | 245 Kali
Kewenangan Desa dan Regulasi Desa
06 Agustus 2018 | 10.359 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
23 Juni 2018 | 265 Kali
Kepemimpinan Desa
22 Februari 2021 | 467 Kali
Rapat perubahan Apbdes tahun anggaran 2021
07 Agustus 2018 | 10.503 Kali
Sejarah Desa Terunyan

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:135
    Kemarin:199
    Total Pengunjung:78.748
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:52.203.18.65
    Browser:Tidak ditemukan